Skip to content

Pemerintah Mengeluarkan Peraturan untuk Memulai Proyek Energi Terbarukan yang Sempat Terhenti

Hi Smart & Green Family!!!

Pemerintah memiliki tujuan untuk memulai proyek energi terbarukan yang sempat terhenti karena peraturan yang akhir-akhir ini dikeluarkan yang dipacu oleh waktu untuk mengejar komitmen energi hijau Indonesia. Bulan lalu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengeluarkan peraturan yang menghapus, membangun, memiliki, dan mengoperasikan skema yang tidak populer. Banyak pengguna energi terbarukan yang menyatakan bahwa skema itu merusak ‘bankability’ pada proyek mereka.

Peraturan ini memungkinkan satu-satunya off taker di Indonesia, PLN milik negara untuk menandatangani perjanjian jual beli listrik tanpa melakukan penawaran dalam kondisi tertentu.

Direktur EBTKE, Harris menyatakan kepada The Jakarta Post bahwa beberapa perubahan ini dilakukan untuk menyelesaikan beberapa proyek terbarukan yang terhenti sebelum adanya peraturan presiden yang lebih kuat menggunakan harga listrik terbarukan yang menempatkan proyek baru.

Pengesahan Perpres akan memakan waktu. Namun, jika tidak segera mengeluarkan peraturan, pertumbuhan energi terbarukan akan terhenti. Pemerintah menargetkan energi terbarukan untuk berkontribusi sebanyak 23 persen dari produksi listrik tahun 2025, namun hambatan regulasi membuat negara itu mundur dari pencapaian tujuannya.

Peraturannya menetapkan bahwa sebenarnya Indonesia bisa mencapai bauran energi terbarukan 17,5 persen pada tahun 2019, sayangnya hanya mencapai 12,36 pada tahun itu.
Di antara hambatan yang ada, yang sering dikeluhkan adalah Peraturan Menteri No. 50/2017 – dijuluki “Permen 50”. Ini adalah peraturan yang memperkenalkan skema BOOT dan menghapus kebijakan penetapan harga feed-in-tariff, yang secara luas dianggap sebagai cara yang sangat efektif untuk mendorong pertumbuhan energi hijau.

Akibatnya, dari 75 proyek energi terbarukan yang ditandatangani antara tahun 2017 hingga 2018 di Indonesia, 27 proyek tetap tanpa kesepakatan finansial dan lima proyek diantaranya telah dihentikan pada bulan Oktober, begitulah catatan dari Institute for Essential Services Reform yang berbasis di Jakarta ( IESR).

“Revisi ini sifatnya sementara. Ini memberikan dasar hukum untuk proyek-proyek yang macet dan merupakan langkah stop-gap sambil menunggu skema penetapan harga baru di bawah Perpres,” kata direktur eksekutif IESR, Fabby Tumiwa kepada The Jakarta Post.

Tahun lalu, Indonesia tidak menandatangani kontrak energi terbarukan dan kekurangan investasi industri merupakan yang terbesar dibandingkan dengan industri pertambangan elektrifikasi, minyak dan gas.
Peraturan baru ini memperkenalkan jaminan untuk pembangkit terbarukan yang didukung pemerintah dalam meningkatkan ekonomi pemerintah. Peraturan tersebut memberi wewenang kepada menteri energi untuk memberi perintah PLN untuk membeli listrik dari pembangkit listrik tenaga air yang terhubung ke reservoir yang dibangun pemerintah dari pembangkit listrik limbah menjadi energi yang didanai negara dan dari pembangkit listrik energi terbarukan yang didanai negara.

Jaminan mengasumsikan proyek yang didukung pemerintah tersebut untuk beroperasi karena kepentingan publik yang terbaik. Pembangkit listrik tenaga air misalnya, masing-masing memiliki peran sekunder dalam menyediakan sistem irigasi dan pengelolaan limbah.

Harris juga mengatakan bahwa kementerian energi sedang melakukan pembicaraan dengan PLN. Namun, juru bicara perusahaan listrik, Dwi Suryo Abdullah, mengatakan kepada bahwa ia tidak mengetahui akan adanya perubahan tersebut.
PLN, perusahaan yang bertanggung jawab untuk off taking listrik di bawah peraturan baru, telah mengalami kendala keuangan yang dikarenakan ambisi bersaing untuk mengembangkan pembangkit listrik baru senilai 35.000 megawatt (MW) sementara juga menjaga harga jual listrik pada minimum. Kedua ambisi itu atas perintah pemerintah.

Banyak sekali kan alasan untuk menggunakan panel surya? Pasti tertarik bukan untuk pasang panel surya? Hingga hari ini Panel surya Semakin banyak digunakan oleh masyarakat, jadi untuk kalian yang ingin memasang panel surya bisa langsung kunjungi website kami di berlinenergi.com atau hubungi kami melalui nomor +62 21 597 11800.