Nigeria – Perusahaan tenaga surya di Nigeria kebanjiran permintaan kebutuhan sumber energi. Sejumlah perusahaan mencari alternatif lain di tengah mahalnya harga solar.

Nigeria, ekonomi terbesar Afrika dengan populasi lebih dari 200 juta orang, telah memasang kapasitas listrik 12.500 megawatt. Hanya saja, jaringan nasional hanya menyediakan 4.000 MW pada puncaknya, membuat bisnis dan warga sangat bergantung pada generator bertenaga diesel.
Solar dalam beberapa waktu lalu melonjak secara drastis akibat kenaikan harga minyak global. Di Negeria, solar tidak disubsidi seperti bensin. Harganya mencapai tiga kali lipat menjadi sekitar Rp 28 ribu per liter.
Permintaan panel surya di Nigeria meningkat seiring mahalnya harga solar.
Akankah Indonesia mengikuti langkah Nigeria? melihat kasus yang sama, tingginya harga BBM di Indonesia dan semakin banyaknya peminat Solar Panel baik dalam kategori Residential maupun Bisnis